Awalnya, cerita/joke ini adalah cerita berbahasa Sunda yang gw baca di di salah satu web. Gw ga tau siapa pengarang aslinya. nah, karena ceritanya bisa bikin ketawa (plus karena gw sbnrnya orang sunda juga,) cerita ini iseng-iseng gw terjemahin ke dalam bahasa Indonesia. Ya…selamat membacai deh…
Kenapa Tiap kali bertemu, semut seperti bersalaman?
Ketika hewan diciptakan, semua hewan belum dikasih alat kelamin, khususnya binatang jantan. Kalau yang betina sih gampang buatnya. Dalam satu waktu, semua binatang jantan dikumpulkan di ujung lapangan. Semuanya baris sangat rapi, ada gajah, harimau, ayam, dll. Tak ketinggalan, semut juga ikut baris.
“Mohon dengarkan oleh semuanya, di ujung lapangan ini kami sudah membuatkan segala bentuk alat kelamin untuk kalian. Nah, oleh sebab itu, semua kalian harus berlomba-lomba ngambil barang yang ada di sana untuk dipakai. Kalian semua bebas memilih. Mau yang besar, yang sedang, atau yang kecil!”
“Siaaaapppppp….Satuuuuuuuuu…duaaa……..tiiiiggaaaaaa…!!!!!!!!” Akhirnya semua binatang jantan berlarian sampai ujung lapangan yang ditentukan untuk mengambil barang yang sudah disiapkan.
Karena larinya paling kencang, kuda datang paling pertama dan langsung mengambil barang yang besar (sampai sekarang kan kuda barangnya gede…). Yang lain tak mau kalah dan akhirnya mendapatkan barangnya masing-masing. Tapi semut ketiban sial. Sudah kecil, susah pula larinya! Sang semut pun tiba paling akhir.
Ketika tiba di ujung lapangan, semut celengak-celinguk mencari barang yang mungkin masih tersisa. Semua tempat tak luput dari pandangan matanya. Sudah lama berputar-mutar, akhirnya semut nggak menemukan satu barang pun.
“Ke mana barang saya?” kata semut.
“Kenapa, Mut?” ada satu suara datang.
“Saya ga nemu barangnya, mana barang saya?” kata semut.
“Wah, maafkan kami, wahai semut! Barangnya kurang satu. Santai saja, nanti bakal dibuatkan lagi kok. Sekarang, mending kamu pulang saja” tambah suara itu.
Akhirnya si semut pulang tanpa hasil.
Selama menunggu, semut jadi sering bertanya kepada teman-teman lainnya ketika bertemu. Begini nih nanyanya:
“Udah dapet belum?” kata semut yang satu.
“Belum”, balas yang lain.
Nah, saudara-saudara sekalian. Jadi yang bikin semut suka kayak salaman kalo ketemu teman-teman itu ternyata bukan lagi salaman, tapi mereka saling bertanya apakah barangnya sudah dikasih belum…..hehehehe…..