I Knew I Love You (Savage Garden)

June 11th, 2008 by gpwilaga

I Knew I Love You

Maybe it’s intuition
Somethings you just don’t question
Like in your eyes, I see my future in an instant
And there it goes, I think I’ve found my best friend

I know that it might sound
More than a little crazy
But I believe…

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

There’s just no rhyme or reason
Only a sense of completion
And in your eyes, I see the missing pieces
I’m searching for, I think I’ve found my way home

I know that it might sound
More than a little crazy
But I believe

A thousand angels dance around you
I am complete now that I have found you

Harimau yang Soleh

May 29th, 2008 by gpwilaga

Awalnya, cerita/joke ini adalah cerita berbahasa Sunda yang gw baca di di salah satu web. Gw ga tau siapa pengarang aslinya. nah, karena ceritanya bisa bikin ketawa (plus karena gw sbnrnya orang sunda juga,) cerita ini iseng-iseng gw terjemahin ke dalam bahasa Indonesia. Ya…selamat membaca deh…

Harimau yang soleh

Diceritakan….ada satu pemuda yang tidak menunaikan ibadah solat jumat. Orang itu malah ke hutan berburu ayam hutan. Ketika mengendap-endap di semak belukar, tiba-tiba dia bertemu dengan seekor harimau yang sedang tidur. Saking kagetnya, senapan yang dia pegang jatuh ke jurang. Merasa tak punya tenaga, pemuda itu berniat melarikan diri. Namun, saat mencoba lari, bruuuuk…dia jatuh di atas batu. Kraaaaakkk! Kedua kakinya patah.

Si harimau yang tadi sedang tidur dikagetkan oleh suara itu. Akhirnya harimau pun bangun, lalu menghampiri si pemuda seolah mau memakannya. Si pemuda tidak bisa ke mana-mana lagi karena kedua kakinya patah.

“Ya..Allah…”, si pemuda itu berdoa.

“Maafkan atas segala dosa saya karena karena tidak solat jumat di hari Jumat yang mulia ini. Maafkan aku, ya Allah. Jadikanlah harimau ini sebagai harimau yang soleh Tolonglah hamba-Mu ini, Ya Robbi. Amin….” si pemuda mengakhiri doanya.

Setelah itu, seketika ada suara bergemuruh. Si Harimau makin mendekati si pemuda. Dua kakinya diangkat ke atas tubuh si pemuda sambil mengucapkan:

”Allaahumma baarik lanaa, fiimaa razaqtanaa, wa qinaa adzaabannaar. Amin!”

Kenapa Tiap kali bertemu, semut seperti bersalaman?

May 29th, 2008 by gpwilaga

Awalnya, cerita/joke ini adalah cerita berbahasa Sunda yang gw baca di di salah satu web. Gw ga tau siapa pengarang aslinya. nah, karena ceritanya bisa bikin ketawa (plus karena gw sbnrnya orang sunda juga,) cerita ini iseng-iseng gw terjemahin ke dalam bahasa Indonesia. Ya…selamat membacai deh…

Kenapa Tiap kali bertemu, semut seperti bersalaman?
Ketika hewan diciptakan, semua hewan belum dikasih alat kelamin, khususnya binatang jantan. Kalau yang betina sih gampang buatnya. Dalam satu waktu, semua binatang jantan dikumpulkan di ujung lapangan. Semuanya baris sangat rapi, ada gajah, harimau, ayam, dll. Tak ketinggalan, semut juga ikut baris.

“Mohon dengarkan oleh semuanya, di ujung lapangan ini kami sudah membuatkan segala bentuk alat kelamin untuk kalian. Nah, oleh sebab itu, semua kalian harus berlomba-lomba ngambil barang yang ada di sana untuk dipakai. Kalian semua bebas memilih. Mau yang besar, yang sedang, atau yang kecil!”

“Siaaaapppppp….Satuuuuuuuuu…duaaa……..tiiiiggaaaaaa…!!!!!!!!” Akhirnya semua binatang jantan berlarian sampai ujung lapangan yang ditentukan untuk mengambil barang yang sudah disiapkan.

Karena larinya paling kencang, kuda datang paling pertama dan langsung mengambil barang yang besar (sampai sekarang kan kuda barangnya gede…). Yang lain tak mau kalah dan akhirnya mendapatkan barangnya masing-masing. Tapi semut ketiban sial. Sudah kecil, susah pula larinya! Sang semut pun tiba paling akhir.

Ketika tiba di ujung lapangan, semut celengak-celinguk mencari barang yang mungkin masih tersisa. Semua tempat tak luput dari pandangan matanya. Sudah lama berputar-mutar, akhirnya semut nggak menemukan satu barang pun.

“Ke mana barang saya?” kata semut.

“Kenapa, Mut?” ada satu suara datang.

“Saya ga nemu barangnya, mana barang saya?” kata semut.

“Wah, maafkan kami, wahai semut! Barangnya kurang satu. Santai saja, nanti bakal dibuatkan lagi kok. Sekarang, mending kamu pulang saja” tambah suara itu.

Akhirnya si semut pulang tanpa hasil.

Selama menunggu, semut jadi sering bertanya kepada teman-teman lainnya ketika bertemu. Begini nih nanyanya:

“Udah dapet belum?” kata semut yang satu.

“Belum”, balas yang lain.

Nah, saudara-saudara sekalian. Jadi yang bikin semut suka kayak salaman kalo ketemu teman-teman itu ternyata bukan lagi salaman, tapi mereka saling bertanya apakah barangnya sudah dikasih belum…..hehehehe…..